Friday, August 12th, 2016

RS. UMM DAN MASJID KH M. BEDJO DARMOLAKSOSNO

Masjid ketiga milik UMM ini oleh rektor Muhadjir Effendy diberi nama Masjid KHM Bedjo. Nama itu diambil dari seorang tokoh pembaharu Muhammadiyah Malang pada tahun 1930an, Kyai Haji Bedjo Darmoleksono.

Masjid Bedjo berbeda dengan masjid-masjid milik UMM lainnya. Arsitekturnya bergaya Oriental negeri Tiongkok. “Gaya ini juga digunakan untuk bentuk bangunan Rumah Sakit UMM,” kata Muhadjir.

DSC_0999

Tentang filosofi masjid ini dibangun lebih dulu sebelum pembangunan Rumah Sakit selesai, rektor beralasan, membangun masjid lebih penting daripada bangunan Rumah Sakitnya sendiri. Ini bermakna bangunan spiritual didahulukan daripada fisik. Selain itu, dengan adanya masjid di kawasan pembangunan Rumah Sakit bisa dimanfaatkan oleh tukang dan masyarakat sekitar.

Nama KHM Bedjo untuk masjid baru UMM nampaknya dimaksudkan untuk membangkitkan semangat keteladanan Kyai Bedjo tersebut. Tak sekedar ilmuwan keagamaan, Kyai Bedjo juga aktivis yang kritis

DSC_1011

Sedangkan alasan dipilihnya nama KHM Bedjo karena tokoh satu ini memiliki kaitan sejarah sangat erat dengan Muhammadiyah dan UMM. Kyai Bedjo adalah muballigh yang memiliki ilmu agama sangat tinggi dan pernah menjadi pimpinan Muhammadiyah Malang  serta sebagai dewan pengawas dan komisaris UMM. Kiprahnya di Muhammadiyah diakui hingga tingkat nasional.

Category: Uncategorized